Air mata Fani...dan kegundahan Buyung
Dari sudut pandang Buyung tentang Fani
Bayangan masa lalu Buyung dengan Uli mungkin sempat terbesit tapi dengan tekad dan cinta yang mendalam dengan Buyung akhirnya kisah cinta mereka berakhir di pelaminan.
Dengan seorang tamu penting yang semakin memantapkan langkah mereka berdua membuat suasana semakin sakral adanya.
Pernikahan yang membuahkan anak semata wayang mereka Hafish telah mewarnai kehidupan mereka. Tak sadar 2tahun,4tahun berlalu dengan cepatnya.
Masa indah itu kembali suram, karena muncul wanita idaman lain di hati Buyung. Segala daya upaya dan kemampuan dikerahkan oleh Fani agar rumah tangga mereka utuh.
Astri, dan Bunga, nama-nama wanita yang sempat membuat bercucuran air mata Fani. Segala sepedihan seorang wanita yang coba berusaha tegar untuk membela perkawinan yang sakral.
Kamu selingkuh?!
" Sampai kapan kamu akan cari kesempurnaan Yung? " kata itu yang sering kali terucap dalam bibir Fani.
" Manusia tidak akan pernah puas! " ujar Fani.
Dan detik terakhir kala Fani mengutarakan semuanya ke Buyung.
" Ayah, semua terserah ayah.." ucapnya.
" Tapi kembalikan aku baik-baik kepada orang tuaku seperti dulu engkau memintaku " bergetar bibir Fani mengucapkan kalimat tersebut.
Buyung terdiam tak berkata...hanya berkecamuk pikirannya.
" Tapi setelah kita bercerai aku tidak akan mengurusi apapun tentang Ayah, dan ayah jangan mencari aku dan Hafish.." ucap Fani.
Buyungpun terperanjat...ini yang selama ini ditakuti olehnya, kehilangan Hafish.
" Sudah semua apa yang ingin kau sampaikan? " tanya Buyung.
" Iya...sudah. " Jawab Fani dengan menatap kosong ke arah Suaminya.
Tanpa berkata satu katapun Buyung meninggalkan Fani di kamarnya.
Bingung, bimbang, gundah, takut...semuanya berkecamuk dalam benak Buyung, bingung akan kehilangan Hafish yang selalu dipikirkannya.
Tak ada tempat untuk bercerita seperti wataknya yang diam, dia simpan sendiri tak berkata.
" Apa yang akan aku lakukan? " ucap Buyung
Menceraikannya tapi aku kehilangan Hafish, atau aku akan seperti ini.
Penyesalan Buyung yang telah melukai hati dua orang wanita, yang membuatnya sulit untuk menentukan langkah apa yang akan dia ambil.
" Sungguh cinta ini membunuhku. " ujarnya dalam hati.
Dan akupun sebagai penulis dan curahan hati "mereka" tidak bisa menyalahkan semuanya, baik Buyung,Bunga, ataupun Fani. karena kita tercipta di bumi ini bukan sebagai hakim karena pengadilnya Alloh penentunya baik siapa yang salah dan benar.
Ini merupakan ujian bagi mereka, ujian kesabaran, kesetiaan, pengorbanan, dan ketulusan. Mereka mungkin di rendahkan derajatnya oleh sesamanya, tapi ditinggikan kedudukannya di mata Alloh.
InsyaAlloh.
|theshadow|
Masa indah itu kembali suram, karena muncul wanita idaman lain di hati Buyung. Segala daya upaya dan kemampuan dikerahkan oleh Fani agar rumah tangga mereka utuh.
Astri, dan Bunga, nama-nama wanita yang sempat membuat bercucuran air mata Fani. Segala sepedihan seorang wanita yang coba berusaha tegar untuk membela perkawinan yang sakral.
Kamu selingkuh?!
" Sampai kapan kamu akan cari kesempurnaan Yung? " kata itu yang sering kali terucap dalam bibir Fani.
" Manusia tidak akan pernah puas! " ujar Fani.
Dan detik terakhir kala Fani mengutarakan semuanya ke Buyung.
" Ayah, semua terserah ayah.." ucapnya.
" Tapi kembalikan aku baik-baik kepada orang tuaku seperti dulu engkau memintaku " bergetar bibir Fani mengucapkan kalimat tersebut.
Buyung terdiam tak berkata...hanya berkecamuk pikirannya.
" Tapi setelah kita bercerai aku tidak akan mengurusi apapun tentang Ayah, dan ayah jangan mencari aku dan Hafish.." ucap Fani.
Buyungpun terperanjat...ini yang selama ini ditakuti olehnya, kehilangan Hafish.
" Sudah semua apa yang ingin kau sampaikan? " tanya Buyung.
" Iya...sudah. " Jawab Fani dengan menatap kosong ke arah Suaminya.
Tanpa berkata satu katapun Buyung meninggalkan Fani di kamarnya.
Bingung, bimbang, gundah, takut...semuanya berkecamuk dalam benak Buyung, bingung akan kehilangan Hafish yang selalu dipikirkannya.
Tak ada tempat untuk bercerita seperti wataknya yang diam, dia simpan sendiri tak berkata.
" Apa yang akan aku lakukan? " ucap Buyung
Menceraikannya tapi aku kehilangan Hafish, atau aku akan seperti ini.
Penyesalan Buyung yang telah melukai hati dua orang wanita, yang membuatnya sulit untuk menentukan langkah apa yang akan dia ambil.
" Sungguh cinta ini membunuhku. " ujarnya dalam hati.
Dan akupun sebagai penulis dan curahan hati "mereka" tidak bisa menyalahkan semuanya, baik Buyung,Bunga, ataupun Fani. karena kita tercipta di bumi ini bukan sebagai hakim karena pengadilnya Alloh penentunya baik siapa yang salah dan benar.
Ini merupakan ujian bagi mereka, ujian kesabaran, kesetiaan, pengorbanan, dan ketulusan. Mereka mungkin di rendahkan derajatnya oleh sesamanya, tapi ditinggikan kedudukannya di mata Alloh.
InsyaAlloh.
|theshadow|
0 comments:
Post a Comment