Thursday, June 10, 2010

[lanjutan...]

Si bungsu bergegas pulang dan membawa sabit untuk bapaknya mecari rumput buat ternak tetangga yang dia pelihara setiap hari.

Sesampainya dirumah didapatinya Bapaknya tidur terlentang di tanah, "Nyenyak sekali tidur Bapak." Pikir Bungsu. Satu jam,dua jam, hingga siang menjelang Bapaknya tak kunjung bangun dari tidurnya. Bungsu coba membangunkan karena harus memandikan ternak di sungai, lama dia mengoyang badan Bapaknya, tapi tubuh itu dingin dan diam.

Ya.., Bapaknya telah mati. Meninggalkan dia sendiri dengan adheknya yang masih kecil.

Bungsu menangis sejadinya, dalam benaknya dia masih butuh figur seorang ayah yang membimbingnya mengarungi dunia ini. Tapi takdir berkata lain, Bungsu bukan lagi seorang anak.., dia harus menjadi ayah,kakak,ibu, bagi adhenya.

Kesedihan usai sudah, dia menyeka air mata dan berusaha tegar. " Aku tunjukkan pada Bapak, aku bisa?!" lantangnya berteriak memecah sunyi.

( usai perjalanan kecilku menyusuri daerah terpencil di bhumiku...) 

0 comments: